Disdik Kota Bogor Tegaskan Kesiapan Gelar UNBK

by Achmad Kurniawan 331 views

PAKAR ONLINE - CIBINONG - Selain membahas pengelolaan dan penyaluran dana bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP), Komisi D Kota Bogor juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor mengenai persiapan menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2017.

Anggota Komisi D DPRD Kota Bogor, Andi Surya Wijaya mengatakan, ihwal pelaksanaan UNBK, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) telah mengeluarkan Surat Edaran (SE). Penegasannya mengharuskan sekolah negeri menyelenggarakan UNBK.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini melihat Disdik Kabupaten Bogor sangat serius menyelenggarakan UNBK. Ini bisa dilihat dengan meningkatnya jumlah sekolah yang akan melaksanakan ujian nasional sistem online.

"Kabupaten Bogor bertahap, tahun 2016 yang menyelenggarakan UNBK sekitar 40 sekolah. Untuk tahun ini mereka menargetkan 120 sekolah di semua jenjang," ucapnya ditemui PAKAR ONLINE usai rakor di Disdik Kabupaten Bogor, Rabu (1/2/2017).

Karena itu, ia berharap Disdik Kota Bogor mempersiapkannya dengan serius. Sebab akan menjadi permasalahan bila UNBK yang pada pelaksanaannya menggunakan komputer, tidak dipersiapkan sejak jauh hari.

Yang menjadi persoalan dalam penyelenggaraan UNBK, lanjut Andi Surya Wijaya, tidak semua sekolah memiliki ketersediaan komputer mencukupi. 

Bagi sekolah negeri mungkin tidak terlalu menjadi masalah karena untuk pengadaan komputer  bisa mengajukan ke pemerintah, tapi lain cerita bila sekolah swasta. Mereka harus merogoh koceknya sendiri.

"Tentunya hal ini harus menjadi perhatian penting terhadap pelaksanaannya nanti. Kalau yayasan yang finansialnya kuat mungkin tidak masalah, tapi kan kondisi keuangan masing-masing sekolah swasta berbeda-beda," tandasnya.

Dalam hal ini, Komisi D mengaku sudah berkoordinasi dengan Disdik Kota Bogor. Bahkan Disdik Kota bogor sudah diminta untuk mempersiapkan secara baik, karena waktu pelaksanaannya semakin dekat.

"Kami juga meminta Disdik melakukan percepatan pemetaan terhadap sekolah yang belum memiliki komputer. Supaya nanti pelaksanaannya berjalan lancar sepenuhnya," ingin Andi.

Mantan Ketua DPC PPP Kota Bogor ini juga berjanji akan mendorong Pemkot Bogor supaya menggelontorkan anggaran lebih besar untuk pengadaan komputer.

Sementara itu, Kasubag Perencanaan dan Pelaporan Disdik Kota Bogor, Jajang Koswara mengatakan, sejumlah SMP negeri siap menyelenggarakan UNBK pada Mei mendatang. Diantaranya, SMPN 1 Bogor, SMPN 2 Bogor, SMPN 3 Bogor, SMPN 4 Bogor, SMPN 5 Bogor, SMPN 6 Bogor, SMPN 7 Bogor, dan SMPN 8 Bogor.

“Jumlah SMP negeri di Kota Bogor ada 16, tahun ini hanya 8 sekolah saja yang menyelenggarakan. Untuk ke depannya Disdik akan mengupayakan seluruh SMPN negeri di Kota Bogor menyelenggarakan UNBK. Sementara untuk SMP swasta, saat ini masih dilakukan pemetaan sekolah mana saja yang siap menyelenggarakan,” kata Jajang Koswara.

Dia menerangkan, meski delapan sekolah tersebut sudah menyatakan siap menyelenggarakan UNBK. Namun bukan berarti tidak memiliki kendala, yaitu kekurangan perangkat komputer.

“Saat ini kita masih menunggu bantuan sekitar 40 ribu komputer dari Kemendikbud. Namun untuk mengantisipasi kekurangan komputer ini, nantinya pada pelaksanaannya akan disiasati dengan meminjam komputer milik SMA/SMK,”

Sementara Kepala SMKN 3 Bogor, Uus Sukmara menyatakan siap menggelar UNBK. Bahkan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan simulasi ujian sistem online ini. “Tryout atau TO akan dilaksanakan mulai besok (hari ini). Mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika dan Program Kejuruan,” terangnya.

Dia menambahkan, TO akan dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan mulai pukul 07.30 hingga 09.30 WIB. Sedangkan untuk sesi kedua dilaksanakan pukul 10.00 hingga pukul 12.00 WIB. “TO berlangsung dua jam. Tujuannya agar calon peserta ujian terbiasa ketika menghadapi soal dan mengisi dengan sistem digital,” paparnya.

Mengenai kesiapan perangkat, Uus menyatakan tidak ada kendala. Bahkan pihaknya menyediakan 7 unit server dan komputer cadangan.

“Mulai dari penambahan server menjadi 7 unit, penambahankomputer, serta penambahan ruang kelas sudah kita siapkan. Sementara untuk petugas yang ikut berperandalam UNBK, juga telah diberikan sosialisasi serta berbagai informasi,” ulas Uus.

Termasuk juga, teknisi atau proktor yang nantinya mengawasi token dan berkoordinasi dengan PLN. FIENA GIARTI BENSHELINA (MAGANG)