Pengda PODSI Pertandingkan Kelas Slalom

by Achmad Kurniawan 599 views

PAKAR ONLINE - CIBINONG – Pengurus Daerah Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Jawa Barat, akan mencatatkan sejarah pada cabang olahraga  dayung kelas Slalom. Karena untuk kelas Slalom ini baru pertama kalinya dipertandingkan di Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat 2018.

Seperti dikatakan Sekretaris Umum (Sekum) PODSI Kabupate Bogor, Solahudin, bahwa di Porda 2018, untuk cabang olahraga dayung, ada penambahan satu nomor yang akan diperlombaan, yaitu kelas Slalom. Dan rencanannya Slalom tersebut akan digelar di Sungai Cisadane, Desa Mekar Sari, Kecamatan Rancabungur, bukan di venue air tenang, melainkan air yang memiliki arus cukup deras.

“Kita sudah survei venue Sungai Cisadane belum lama ini, dan kami juga sudah melakukan uji coba, bersama dengan pengelola arum jeram di lokasi tersebut,” ujar Solahudin kepada PAKAR ONLINE, Kamis (5/1/2017).

Dijelaskan Solahudin, untuk kelas Slalom tersebut, akan diperlombakan kelas Slalom Kayak, dan Slalom Canoeing, dengan jarak tempuh 200 meter. Pengda sendiri sudah sepakat, dan setuju, kalau Slalom ini diperlombakan pada Porda 2018. Tetapi di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 lalu kelas slalom ini hanya sebagai eksebisi.

“Sebagai tuan rumah Porda, kami sangat bangga, apalagi kelas Slalom ini, baru kali pertama diperlombakan dalam setiap event olahraga. Artinya Jawa Barat yang pertama memperlombakan kelas slalom,” terang Solahudin.

Sekarang untuk mendapatkan izin venue tersebut, kata Solahudin, PODSI sudah mengajukan venue Sungai Cisadane, yang berlokasi di Desa Mekar Sari, Kecamatan Rancabungur melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor, untuk mengakomodir hal ini kepada pihak Balai Besar Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jabar, untuk mengizinkan sungai Cisadane dijadikan Venue.

Sementara untuk di nomor Res, kelas Kayak, Canoeing, rowing, dan Tradisional boats, PODSI sudah mensurvei, Situ Tunggilis, Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, dan itu sudah sangat cocok untuk di jadikan venue, karena hanya memperlombakan jarak tempuh mulai dari 250 meter, 500 meter, dan 1000 meter.  “Kalau jarak tempuh 250, 500, dan 1000 meter, tidak perluh jauh-jauh, di Bumi Tegar Beriman juga banyak situ dengan jarak tempuh seperti itu,” tuntasnya.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Ade Sanjaya, sangat mendukung kelas dayung Slalom diperlombakan pada Porda 2018. Sebab ini juga untuk mengetahui, bahwa Kabupaten Bogor ini cukup banyak lokasi-lokasi untuk dijadikan venue perlombaan, arum jeram. “Kalau jadi di Sungai Cisadane, menurut saya ini merupakan salah satu bagian dari pelesatarian alam,” singkatnya.ABRIADI SITORUS (PAKUAN RAYA)