Ngeri… Setiap Hari Seberangi Sungai Cisadane Gunakan Getek Bambu

by Achmad Kurniawan 1354 views

PAKAR ONLINE – RUMPIN – Kabupaten Bogor menuju kabupaten termaju. Itulah kalimat yang sering muncul dari para inohong di Bumi Tegar Beriman.

Tapi, bagi masyarakat di Kampung Cibodas RT 001 RW 001 Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin dan Kampung Kedokan, Desa Putat Nutug, Kecamatan Ciseeng, cita-cita tersebut dianggap guyonan.

Betapa tidak, karena ketiadaan fasilitas penyeberangan yang manusiasi, masyarakat di dua desa tersebut harus berjibaku dengan derasnya aliran sungai Cisadane menggunakan getek bambu.

"Tidak ada jembatan. Kalaupun ada harus berputar dengan jarak dan waktu yang lama. Ongkos yang dikeluarkan pun dua kali lipat, sehingga masyarakat di sini memilih naik rakit bambu bila ingin ke Ciseeng atau Rumpun,” kata warga Cibodas kepada PAKAR ONLINE, Senin (2/1/2017).

Dikatakannya, sarana transportasi getek bambu yang dioperasikan warga, terbuat dari beberapa batang bambu berukiran panjang sekitar 9 meter, yang diikat kuat berjejer menjadi satu dengan lebar sekitar 2 meter.

Menyeberangi derasnya arus sungai dengan alat ini, tentunya sangat beresiko. Namun inilah pilihan yang harus diambil warga, yang memilih menggunakan rakit atau getek bambu untuk berpacu dengan waktu demi memenuhi aktivitas kehidupan sehari-hari.

Menurut Kanta (55) salah seorang penyedia getek bambu, pengguna jasa tidak pernah dimintakan tarif/ongkos.

 "Warga yang ingin menyeberang kali, kadang memberi uang dengan seiklasnya aja. Ya itung-itung sama-sama ibadah lah," ucap Kanta.

Hebatnya, alat penyebrangan getek bambu ini, tidak hanya digunakan manusia, motor pun diangkut. "Kalau untuk para pengendara motor, rata-rata suka ngasih Rp5-10 ribu untuk sekali penyeberangan,” tukasnya. MZ. FAHRI (PAKUAN RAYA)