Pembangunan UGB SMPN 2 Cisarua Terlambat

by Achmad Kurniawan 5305 views

CISARUA - Pembangunan unit gedung baru (UGB) SMPN 2 Cisarua dipastikan akan selesai tahun depan dari kontrak kerja yang semestinya berakhir 15 Desember 2016. Sebab hingga batas waktu proyek senilai Rp1,9 miliar yang diserap dari APBD Kabupaten Bogor ini berakhir, pekerjaan fisiknya belum mencapai 100 persen. Bahkan sangat jauh dari harapan.

Kasubag TU UPT Pendidikan Cisarua, Oding Syahrudin menyebut, pembangunan UGB SMPN 2 Cisarua yang dikerjakan pihak ketiga yaitu CV. Nurani Cipta Mandiri sejak 18 Agustus lalu, sudah divonis oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor mengalami keterlambatan.

"Ya, pekan lalu Pak Muchlis (Kasi Sarpras Disdik, red) melakukan pertemuan dengan pemborong berikut konsultan pengawas di kantor UPT Pendidikan Cisarua. Kesimpulannya pihak ketiga diberikan tambahan waktu menyelesaikan pekerjaan selama 50 hari kedepan dengan hitungan denda berjalan per hari," terang Oding.

Dikatakan Oding, UPT Pendidikan Kecamatan Cisarua selama proyek berlangsung terus mengingatkan kepada pihak ketiga agar mensiasati pekerjaan. Mengingat faktor alam yang tidak bersahabat.  Bahkan agar gedung SMPN 2 Cisarua bisa cepat selesai, pihaknya memberikan privasi dengan mempersilahkan menggunakan listrik dan air untuk kebutuhan pekerjaan maupun pekerjanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdik Kabupaten Bogor, Anwar Anggana mengungkap, telah berulangkali mengingatkan rekanan pembangunan UGB SMPN 2 Cisarua agar lebih cerdas ketika melaksanakan pekerjaannya.

"Walaupun sudah berusaha memerintahkan melakukan percepatan kepada penyedia jasa, dan evaluasi kepada pelaksana namun tetap saja pekerjaannya tidak optimal," ucapnya.

Dijelaskan, proyek pembangunan UGB SMPN 2 Cisarua yang menurut jadwal rampung pada 15 Desember 2016, capaian progresnya baru mencapai 64 persen.

Berdasarkan Perpres Nomor 4 Tahun 2015 Pasal 93 perubahan ke empat Perpres Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, CV. Nurani Cipta Mandiri akan dikenakan denda maksimun 50 hari kerja sampai tahun berjalan. IQBAL RUKMANA | ACHMAD KURNIAWAN