Disdik Kabupaten Bogor Tunggu Instruksi Soal UN

by Achmad Kurniawan 2693 views

CIBINONG -  Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor belum bersikap perihal rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan moratorium ujian nasional tahun 2017.

“Menunggu instruksi lebih lanjut. Karena hari ini (kemarin) Presiden Jiko Widodo, Mendikbud Muhadjir Effendy, Komisi X bersama elemen terkait sedang membahas persoalan ini dalam agenda rapat terbatas,” ungkap Kepala Seksi SMP Disdik Kabupaten Bogor, Susilawati kepada PRO, Rabu (30/11/2016).

Dikatakannya, dalam agenda rapat tersebut dibahas rancangan terkait moratorium UN. Dari mulai pengaturan penetapan standar evaluasi pengganti ujian nasional, pembentukan tim daerah perumusan soal ujian dan lainnya.

“Yang jelas, di daerah belum bisa bersikap apabila dari tingkatan atas belum memutuskan. Namun, kami mempertanyakan penghapusan UN ini. Seperti diketahui untuk penyelenggaraan ujian nasional ini, setiap tahun pemerintah daerah rutin menganggarkan melalui APBD Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Susi menyebut tidak tepat bila pemerintah menghapus ujian nasional. Menurut dia hal ini akan menyebabkan penurunan pemetaan kualitas sumber daya manusia (SDM). Sebab selama ini pelaksanaan ujian nasional menjadi tolak ukur pemetaaan kualitas maupun mutu SDM peserta didik dan daerah.

Kasubag Program dan Perencanaan Disdik Kabupaten Bogor, Aris NJ menyebut, pihaknya tetap mempersiapkan penyelenggaraan UN sebelum ada instruksi serta landasan payung hukum yang jelas mengenai moratorium ini. “Kalau moratorium diberlakukan, ini bisa dikatakan blunder,” ucapnya.

Sementara, sejumlah sekolah yang rencananya akan menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer pada 2017 mendatang tak terganggu dengan rencana pemerintah menghapus UN.

Kepala SMP negeri di Kabupaten Bogor yang enggan namanya disebutkan berpendapat, ujian nasional sebaiknya tidak dihapus, karena berfungsi sebagai alat ukur sekaligus pemetaan hasil belajar anak didik. “Saya khawatir ketika tidak ada evaluasi hasil akhir, anak-anak nantinya akan acuh terhadap tugasnya,” ujarnya.IQBAL RUKMANA (PAKAR)