BBPKH Cinagara Rangkul Komunitas Lizard

by Achmad Kurniawan 3737 views

CARINGIN - Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor mewaspadai kemungkinan virus penyakit yang ditimbulkan hewan peliharaan. 

Kepala Bagian Umum BBPKH Cinagara, Bogor, drh Sri Gationo MSc menyebut, ada dua penyakit yang menjadi perhatian pihaknya, yakni penyakit baru yang sebelumnya tidak menyerang atau emerging infectious disease (EID).

Kemudian penyakit yang dulu pernah ada dan infeksinya sudah menurun tiba-tiba muncul kembali atau re-emerging infectous disease (REID) menjadi perhatian

"Kami sangat peduli. Karenanya dalam rangka mengantisipasi munculnya EID dan REID, BBPKH merangkul Bogor Lizard Comunity atau BOLIZCO,"  kata Sri Gationo ditemui PAKAR disela Seminar Exotic Pet Animal "Lizard dan Iguana", Minggu (30/10).

Dijelaskan, tujuan BBPKH Cinagara menggandeng BOLIZCO, selain untuk mengenal pecinta reptil, pihaknya juga ingin memberikan penyuluhan penyakit yang mungkin muncul dari hewan kesayangan atau exotic pet animal.

Termasuk pula, lanjutnya, memberikan pemahaman jika reptil jenis iguana dan lizard merupakan hewan langka kategori liar yang dilindungi oleh pemerintah.

"Memang, belum ada deteksi penyakit yang ditimbulkan oleh hewan reptile seperti iguana dan lizard. Tapi kekhawatiran munculnya bakteri yang tadinya tidak ada, kini ada bisa datang dari hewan. Seperti halnya unggas yang memunculkan virus flu burung, atau ada pula virus zica," katanya.

Sementara, pemateri Seminar Exotic Pet Animal "Lizard dan Iguana, drh. Yulyani Dewi mengatakan, semua hewan peliharaan berpotensi menyebarkan virus bakteri penyakit ke manusia.

Namun hal itu bisa diantisipasi dengan menjaga kesehatan. Setelah memegang hewan peliharaan agar langsung mencuci tangan agar steril.

"Kemungkinan virus yang muncul dari hewan jenis reptil adalah bakteri salmonela," kata perempuan yang kerap menjadi juri kontes reptil ini.

Dikatakannya, salmonella merupakan suatu genus bakteri enterobakteria gram-negatif berbentuk tongkat yang menyebabkan tifoid, paratifoid, dan penyakit foodbome. Spesies-spesies Salmonella dapat bergerak bebas dan menghasilkan hidrogen sulfida.

Bakteri ini dapat menyebar jika orang yang telah terinfeksi bakteri tidak mencuci tangan sebelum menyentuh atau mengolah makanan. Penyebaran bakteri terjadi ketika ada orang lain yang menyantap makanan yang tersentuh tangan pengidap.

"Gejala salmonella di sistem pencernaan. Diawali tidak enak diperut (mual) kemudian muntah disertai diare. Selain itu juga kondisi tubuh mengalami panas tinggi," bebernya.

Memang, sambung Yulyani Dewi, penyakit ini kategori biasa atau tidak berbahaya dan mudah ditanggulangi. "Penanganannya cukup denhan obat anti biotik atau di infus," terangnya.

Sedangkan, Ketua BOLIZKO, Yuki Brusco mengungkap, di Bogor terdapat 8 komunitas pecinta hewan eksotis yang tergabung dalam Bogor Pat Lover atau BPL. Terdiri dari, komunitas pecinta reptil, mamalia, ular, musang, anjing, kucing dan lainnya.

"Mememihara hewan eksotis susah-sudah gampang, namun dibutuhkan ketelatenan. Misal Iguana, jika pemiliknya tidak rajin menjemur, maka si hewan akan jamuran dan    penyumbatan metabolisme karena terjadi penggumpalan kalsium," ucapnya.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena tidak akan membahayakan manusia. "Yang penting setelah memegang (iguana) langsung cuci tangan,"tutupnya.