Progres Pekerjaan SMPN 2 Cisarua Belum Sesuai Target

by one 8841 views

CISARUA - Penyedia jasa pembangunan unit sekolah baru SMPN 2 Cisarua diimbau efektif memanfaatkan waktu tersisa menyelesaikan pekerjaannya. Mengingat saat ini curah hujan cenderung meningkat.


"Sebetulnya kondisi cuaca tidak bisa dijadikan alasan pekerjaan terlambat, karena bukan force majeur. Nah dalam hal ini kontraktor dituntut cerdas, supaya pekerjaannya selesai tepat waktu," ujar Kabid Sarpras Disdik Kabupaten Bogor, Anwar Anggana ditemui PAKAR saat inspeksi mendadak ke proyek pembangunan SMPN 2 Cisarua, Selasa, (11/10/2016). 

Maksud cerdas, jelas Anwar, dengan situasi fisik bangunan SMPN 2 Cisarua saat ini yang belum memenuhi progres pekerjaan. Sebad sudah dua bulan pekerjaan fisik berjalan kondisinya minus 6 persen dari target, tentu harus dilakukan antisipasi. 

Dalam hal ini kontraktor pelaksana yakni CV. Nurani Cipta Mandiri harus melakukan percepatan dengan teknik. Salah satunya dengan menambah jumlah pekerja, berikut jam kerjanya.

"Curah hujan memang tinggi, tapi tidak tiap hari. Contoh hari ini (kemarin) hujan tidak turun. Lagi pula kalaupun hujan,  tidak berlangsung seharian, sehingga bisa percepatan pembangunan bisa dilakukan dengan mengubah jam kerja," saran Anwar.

Namun diakui Anwar, faktor pekerja yang enggan bekerja setiap hari dan lembur turut mempengaruhi upaya percepatan. 

Hal ini disampaikan pelaksana dan konsultan pengawas SMPN 2 Cisarua, di mana sekitar 70 persen pekerja merupakan warga sekitar. Mana kala hari Jumat mereka enggan bekerja, pekerja juga tidak mau bekerja lembur dengan alasan dingin dan lelah.

"Memang libur Jumat itu sudah menjadi budaya warga di sini, tapi saya berharap pekerja mengerti kalau proyek yang dikerjakan milik negara, bukan swasta yang tidak ada batas waktu pekerjaannya," kata Anwar.

Anwar sendiri mengaku puas dengan kualitas pekerjaan fisik SMPN 2 Cisarua, meski progres pekerjaannya belum memenuhi target. 

"Saya melihat konstruksi pondasi maupun tiang-tiang penyangga sangat baik. Sesuai dengan perencanaan," tandasnya.

Sementara, konsultan pengawas CV. Fadel Putra, Yeyen Suryana mengemukakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pelaksana (penyedia jasa konstruksi) untuk menindaklanjuti arahan Kabid Sarpras Disdik, Anwar Anggana.

"Tentunya apa yang ditekankan Disdik akan dikonsultasikan dengan pelaksana. Sebab kami juga ingin pekerjaan pembangunan unit sekolah baru SMPN 2 Cisarua rampung tepat waktu," ujarnya diamini koleganya, Yadi.

Sedangkan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Wawan Hikal Kurni menekankan rekanan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, namun tanpa mengesampingkan kualitas pekerjaan fisiknya.

"Kami sendiri mengimbau agar Disdik Kabupaten Bogor aktif melakukan pengawasan, tidak hanya di SMPN 2 Cisarua saja. Tapi seluruh proyek infrastruktur sekolah yang didanai pemerintah," kata Wawan. 

Politisi Partai Golkar ini mengaku belum menentukan waktu untuk melakukan sidak, karena saat ini Komisi III sedang melakukan evaluasi kegiatan dinas.

Kolega Wawan di Komisi III, Ade Senjaya menambahkan, konsultan pengawas harus ikut bertanggug jawab atas terlambatnya pekerjaan proyek unit sekolah baru SMPN 2 Cisarua.

Apalagi, nilai anggaran pembangunannya yang diserap dari APBD Kabupaten Bogor tahun anggaran 2016 ini cukup fantastis, hampir Rp2 miliar.

"Jadi, sanksi tegas harus diberikan. Kalau lewat kontrak, maka pihak ketiga harus didenda sesuai aturan yang berlaku," tegas politisi Partai Demokrat ini.

Untuk diketahui, pembangunan USB SMPN 2 Cisarua dikerjakan CV. Nurani Cipta Mandiri dan konsultan pengawas CV. Fadel Putra dengan rentang waktu 18 Agustus-15 Desember 2016. Sementara nilai proyeknya sebesar Rp1,9 miliar diserap dari APBD Kabupaten Bogor 2016.YUS/ONE