Waspada, Aleg Kabupaten Bogor Soroti ADD dan DD

by moun 962 views

CIBINONG - Anggota legislatif (Aleg) dari Komisi III DPRD Kabupaten Bogor meminta kepada seluruh Kepala Desa (Kades) dalam melaksanakan pembangunan ditingkat desa agar dilaksanakan sebaik mungkin dan sesuai aturan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Aleg Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Ade Senjaya mengatakan bahwa saat ini Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang dialokasikan pemerintah pusat yang peruntukannya guna pembangunan infrastruktur di lingkungan desa harus dimanfaatkan sebaik mungkin. 

"Pembangunannya itu harus betul-betul diperhatikan, baik kualitasnya dan kuantitas dalam pembangunan yang akan dilaksanakan itu. Jika, ada yang bermain atau menyimpang soal ADD dan DD, maka akan kena masalah," ujar Ade kepada PRO diruang kerjanya, Selasa (11/10).

Menurut politisi partai Demokrat ini, bahkan tidak hanya itu, seluruh Kepala Desa (Kades) yang ada di Kabupaten Bogor diminta juga harus paham dan transparan dalam mensosialisasikan ke masyarakat bahwa pembangunan ini berasal dari dana pusat.

"Masyarakat harus paham soal sumberdana DD maupun ADD ini, jika tak dipahami maka bisa saja dimanfaatkan secara Politis oleh Pemerintah Daerah (Pemdes) sebagai program mereka, karena banyak masyarakat tidak tahu sumber dana yang saat ini digunakan untuk pembangunan dilingkungan mereka (Masyarakat)," ungkapnya.

Tambah Ade, untuk sampai saat ini pembangunan di Bumi Tegar Beriman harus benar-benar dilakukan pengawasan baik dari Pemdes sendiri maupun masyarakat setempat. 

"Semua harus ikut memperhatikan pembangunan DD dab ADD. Saya meminta kepada masyarakat di Kabupaten Bogor ini, harus peduli terhadap lingkungan dalam memajukan roda perekonomian dilingkungannya masing-masing," harapnya. 

Terpisah, salah satu pembangunan betonisasi di lokasi Desa Cadas Ngampar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, baru dua bulan dibangun sudah mulai retak dan sudah rusak. 

"Iya mas, itu kan kalau tidak salah jalan di Desa Cadas Ngampar baru dibangun, kenapa sudah mulai hancur. Jangan-jangan ada penyimpangan nih," ucap Wanda (37) seorang pengendara roda dua, usai melintas di jalan tersebut. ALI (PAKAR)