Harga Cabai di Sukabumi tak Lagi Pedas

by one 4623 views

SUKABUMI - Sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional, di Kota Sukabumi, Jawa Barat mengalami penurunan harga. Besaran penurunan bervariasi, mulai Rp1000 hingga Rp8 ribu.

Seperti harga gula pasir yang semula Rp13 ribu turun menjadi Rp12 ribu per-kilogram. Bawang merah yang sebelumnya Rp35 ribu turun menjadi Rp32 ribu per-kg, cabe rawit merah yang sebelumnya Rp40 ribu menjadi Rp32 ribu per-kg.

Kemudian, cabe rawit hijau yang semula Rp20 ribu menjadi Rp14 ribu per-kg, harga kentang yang semula Rp18 ribu menjadi Rp16 ribu per-kg.

“Hasil monitoring di sejumlah pasar-pasar yang ada di Kota Sukabumi, komoditas tersebut yang mengalami penurunan harga,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan (Diskoperindag) Kota Sukabumi, Wahyu Setiawan kepada PRO, kemarin.

Wahyu mengungkap, penurunan harga antara lain dipengaruhi meningkatnya volume pasokan dari daerah lain, sementara permintaan masih tetap sehingga mengakibatkan harga terkoreksi turun.

Kemungkinan lain, lanjut Wahyu, disebabkan factor meningkatnya produksi dan masa panen yang bersamaan.“Kalau hasil panen melimpah, sedangkan permintaan tetap, tentu dampaknya terjadi penurunan harga,” ungkap Wahyu.

Selain harga sejumlah komoditas yang terpantau turun, ada sebagian kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga, namun tidak signifikan. Komoditas yang mengalami kenaikan harga bukan merupakan kebutuhan pokok masyarakat sehingga tidak berdampak besar bagi masyarakat.

Harga komoditas yang mengalami kenaik itu di antaranya kacang tanah, tomat, kol dan lobak. Sedangkan, harga komoditas lainnya masih relatif stabil, misalnya beras Ciherang, masih di kisaran Rp9.600 per-kg, beras IR 64 kualitas I Rp9.200 per-kg, beras IR 64 kualitas II Rp9 ribu per-kg. Kemudian, minyak goreng curah Rp12.500 ribu per-kg, dan tepung terigu Rp7.500 per-kg.

Hal yang sama juga terjadi pada daging ayam broiler yang sampai pekan ini, masih di angka Rp32 ribu per-kg-nya dan daging sapi tetap bertahan di harga Rp120 ribu per-kg. Harga telur ayam ras tetap stabil Rp20 ribu per-kg. “Mudah-mudahan harga tetap stabil dan produksi juga tetap stabil,” harapnya.HAN (PAKAR)