Waspadalah-waspadalah! Bencana Bisa Datang Kapan Saja

by one 4357 views

SUKABUM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sukabumi menghimbau agar masyarakat tetap waspada, seiring cuaca yang belakangan sulit diprediksi. Tingginya curah hujan disertai petir sewaktu-waktu bisa mengakibatkan bencana.

“Masyarakat harus tetap waspada menghadapi cuaca ekstrim,” ujar Kepala BPBD Kota Sukabumi, Hanafie Zain kepada PRO, Selasa (27/92016).

Dia juga telah menginstruksikan BPBD Kota Sukabumi untuk siaga selama 24 jam. Siaga untuk mengantisipasi adanya bencana, sehingga dalam waktu singkat petugas sudah ada di lokasi. “Jangan sampai terlambat tiba di lokasi ketika ada laporan bencana, petugas harus bisa langsung ke lokasi dengan cepat,” katanya.

Menurut laporan yang diterimanya, Kota Sukabumi berpotensi rawan banjir. Sebagai upaya pencegahan, Dinas Tata Ruang, Perumahan dan Permukiman (Distarkim) Kota Sukabumi, sudah membuat pemetaan sungai yang berpotensi meluap ketika curah hujan tinggi.

Selain itu, ia juga telah melayangkan surat imbauan kepada lurah dan camat agar membenahi saluran air yang tersumbat, termasuk masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. “Pelihara saluran air. Laporkan segera, jika di lingkungan masing-masing ada potensi terjadai bencana,” ujar Hanafie.

Sementara, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan menambahkan, curah hujan masih tinggi dan disertai petir.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) periode Agustus hingga September masuk musim kemarau. Perubahaan iklim berdampak terhadap perubahan pergantian musim.

Kondisi ini disebut musim kemarau basah. Meski musim kemarau, tapi sewaktu-waktu turun hujan yang sangat lebat. “Kondisi ini terjadi di beberapa daerah Jabar, termasuk Sukabumi,” urai Asep Suhendrawan.

Dia memaparkan, selama kurun waktu Januari hingga pekan ketiga September 2016 di Kota Sukabumi terjadi 134 bencana yang terdiri dari kebakaran sebanyak 14 kejadian, banjir 33 kejadian, tanah longsor 43 kejadian, angin topan 24 kejadian, gempa bumi tiga kali, sedangkan bencana lainnya, sebanyak 17 kejadian.

Sementara, laporan bencana pada triwulan I dan II sebanyak 115 kejadian dengan total kerugian mencapai Rp7,554 miliar.“Walaupun kejadian cukup tinggi, belum ditetapkan tanggap darurat, baru tahap siaga darurat bencana,” pungkas Asep. HAN (PAKAR)