Lelet, Disdik Kab. Bogor Tegur Pemborong SMPN 2 Cisarua

by one 10880 views

CIBINONG – Penyedia jasa pembangunan unit gedung baru SMPN 2 Cisarua mendapat teguran keras dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Hampir sebulan pekerjaan dilakukan, progres fisiknya tidak memenuhi target.

"Kita sudah layangkan surat teguran pertama karena progres pekerjaan fisiknya masih di bawah 20 persen. Meskipun sudah berjalan lebih dari 25 hari," kata Kasi Sarpras SMP pada Disdik Kabupaten Bogor, Muchlis kepada PAKAR, Senin (19/9/2016).

Dijelaskannya, dari hasil monitoring ke sejumlah proyek kegiatan fisik Disdik, khususnya SMP, pembangunan UGB SMPN 2 Cisarua dinilai paling lamban. Meskipun melihat kalender waktunya cukup panjang yakni 120 hari atau sampai awal Desember 2016 mendatang.

Karena itu, pihaknya akan lebih sering melakukan inspeksi mendadak ke proyek tersebut.

"Kalau melihat kendalanya, pekerjaan UGB SMPN 2 Cisarua berjalan lamban karena pekerjanya sedikit. Ini seharusnya diantisipasi oleh pemborong, agar nantinya pekerjaan tidak telat," kata Muchlis.

Dia melanjutkan, Disdik akan kembali melayangkan surat teguran, dan bahkan berikutnya menjatuhkan sanksi apabila rekanan tidak menyelesaikan pekerjaan fisik sesuai waktu yang ditetapkan.

Sementara, Pengawas Fisik Kecamatan Cisarua, Yeyen menyarankan pemborong menambah jumlah tenaga kerja.

"Sebenarnya saya sudah mengingatkan dari sebelum Idul Adha lalu, tapi tidak diindahkan," akunya.

Dipaparkannya, sampai menjelang akhir September tahapan pekerjaan pembangunan UGB masih melakukan penggalian untuk pondasi.

Sebelumnya, pelaksana lapangan CV. Nurani Prima selaku pemborong proyek pembangunan UGB SMPN 2 Cisarua, Lili Siswanto berkeluh kesah perihal perataan tanah yang tidak ada dalam RAB.

"Sebetulnya dalam RAB tidak ada untuk perataan tanah. Proses ini sendiri memakan waktu dan anggaran sehingga kemungkinan nantinya untuk pembangunan mushola tidak akan diselesaikan 100 persen," klaimnya.

Dia juga tak menampik ada keterlambatan memulai pekerjaan. 

"Kalau mengacu SPK seharusnya pekerjaan dimulai tanggal 18 Agustus. Tapi ternyata ada kendala dalam pemberkasan administrasi sehingga pekerjaan fisik baru bisa dimulai akhir Agustus," ucapnya.

Untuk diketahui, pembangunan UGB SMPN 2 Cisarua sendiri sesuai SPK dilaksanakan 18 Agustus-15 Desember 2016. Sementara untuk anggarannya sebesar Rp1,9 miliar.

"Meski terlambat dimulai kita akan berupaya bagaimana caranya agar pekerjaannya rampung sesuai jadwal," tandas Lili.BAL (PAKAR)