Mengalap Untung di Pasar Sabtu Gunung Bunder 1 Milik Ibrahim

by 9023 views

PAMIJAHAN-Belum pernah berkunjung ke pasar kaget di Kampung Pahlawan Rt 01 RW 03 Desa Gunung Bunder 1, Kecamatan Pamijahan, yang hanya beroperasi setiap hari Sabtu.

Di pasar yang masyarakat setempat menyebutnya Pasar Sabtu Gunung Bunder 1, tersedia komoditi yang diinginkan masyarakat. Dari mulai sayur mayur, sembako, perabotan rumah yangga, buah-buahan dan lainnya.

Pedagang buah Pasar Sabtu Gunung Bunder 1, Ceceng mengungkap, hampir setiap pekan dia berjualan di pasar itu.

"Berjualan di pasar milik pribadi seorang warga tersebut, mendatangkan untung besar. Apalagi pemilik pasarnya tidak pernah macam macam, sebab kami hanya diminta bayar sewa lapak Rp3 ribu setiap kali berjualan,” ujarnya kepada PRO, Sabtu (27/8/2016).

Memang, lanjutnya, lapak yang ditempatinya hanya terbuat dari bambu yang menurutnya menyerupai kandang kambing. Tapi itu bukan kendala, sebab para pembeli yang selain warga sekitar juga merupakan wisatawan asal Jakarta yang ingin berwisata ke Gunung Salak Endah dan Gunung Bunder.

Diakuinya, pemerintah telah membangunkan sebuah stand khusus untuk berjualan setiap hari Sabtu. Namun kondisinya sepi pembeli karena aksesnya tidak dilalui para wisatawan.

“Makanya saya tidak mau kalau ada relokasi. Berjualan di Pasar Sabtu Gunung Bunder 1 hanya lima jam tapi keuntungannya besar,” ucap Ceceng.

Senada dikatakan pedagang lainnya, Rika. Kata dia berjualan di Pasar Sabtu Gunung Bunder 1 milik Ibrahim membuat ekonomi keluarganya membaik.

"Walaupun saya cuma dagang sayuran dan berjualan pada hari Sabtu saja, tapi sudah cukup menyangga ekonomi,” tutupnya. JEF

Mengalap Untung di Pasar Sabtu Gunung Bunder 1 Milik Ibrahim

PAMIJAHAN-Belum pernah berkunjung ke pasar kaget di Kampung Pahlawan Rt 01 RW 03 Desa Gunung Bunder 1, Kecamatan Pamijahan, yang hanya beroperasi setiap hari Sabtu.

Di pasar yang masyarakat setempat menyebutnya Pasar Sabtu Gunung Bunder 1, tersedia komoditi yang diinginkan masyarakat. Dari mulai sayur mayur, sembako, perabotan rumah yangga, buah-buahan dan lainnya.

Pedagang buah Pasar Sabtu Gunung Bunder 1, Ceceng mengungkap, hampir setiap pekan dia berjualan di pasar itu.

"Berjualan di pasar milik pribadi seorang warga tersebut, mendatangkan untung besar. Apalagi pemilik pasarnya tidak pernah macam macam, sebab kami hanya diminta bayar sewa lapak Rp3 ribu setiap kali berjualan,” ujarnya kepada PRO, Sabtu (27/8/2016).

Memang, lanjutnya, lapak yang ditempatinya hanya terbuat dari bambu yang menurutnya menyerupai kandang kambing. Tapi itu bukan kendala, sebab para pembeli yang selain warga sekitar juga merupakan wisatawan asal Jakarta yang ingin berwisata ke Gunung Salak Endah dan Gunung Bunder.

Diakuinya, pemerintah telah membangunkan sebuah stand khusus untuk berjualan setiap hari Sabtu. Namun kondisinya sepi pembeli karena aksesnya tidak dilalui para wisatawan.

“Makanya saya tidak mau kalau ada relokasi. Berjualan di Pasar Sabtu Gunung Bunder 1 hanya lima jam tapi keuntungannya besar,” ucap Ceceng.

Senada dikatakan pedagang lainnya, Rika. Kata dia berjualan di Pasar Sabtu Gunung Bunder 1 milik Ibrahim membuat ekonomi keluarganya membaik.

"Walaupun saya cuma dagang sayuran dan berjualan pada hari Sabtu saja, tapi sudah cukup menyangga ekonomi,” tutupnya. JEF